Terjemahkan halaman dengan Google

Artikel Publication logo June 3, 2021

Mengobati Sakit Pinggang dengan Durian, Cempedak untuk Cabut Gigi

Negara:

Penulis:
Indonesian farmer bends down to plant crops in a garden.
bahasa Indonesia

Liputan ini mengupas upaya sebuah rumah sakit di pedalaman Kalimantan Barat, tepatnya di Sukadana...

SECTIONS

Klinik Asri di Sukadana, Kayong Utara, ini membolehkan pasien membayar biaya berobat dengan bibit pohon.

LUKA di tangan kanan itu tidak besar sebenarnya. Tapi, Tadin takut sekali.

”Tangan kanan itu tumpuan Pak Tadin untuk bekerja di hutan. Kalau sampai ada apa-apa, keluarganya tak bisa hidup,” kenang Kinari Webb, kawan Tadin, kepada Pontianak Post.

Kinari seorang dokter asal Amerika Serikat. Dia berada di kawasan sekitar Taman Nasional Gunung Palung di Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar), itu untuk meneliti.

Dia tentu ikut cemas melihat kondisi Tadin. Apalagi, kawannya tersebut belum pernah disuntik tetanus. Belasan tahun silam itu, fasilitas kesehatan memang demikian sulit dijangkau kampung di kabupaten yang berjarak 5–10 jam perjalanan laut atau sungai dari Pontianak, ibu kota Kalbar, tersebut.

Tapi, ada hikmah di balik musibah. Kejadian tersebut mendorong Kinari menginisiasi klinik dengan kearifan lokal yang tak hanya menjaga kesehatan warga, tapi juga turut merawat kondisi hutan.

”Inilah tabungan saya,” kata Jono Karno sembari menunjukkan sejumlah bibit pohon di pekarangan rumahnya.


Koordinator Program Reboisasi Klinik Asri Hendriadi menunjukkan bibit pohon dari para pasien.

Pontianak Post (grup Batam Pos) mampir ke rumah di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kayong Utara, itu setelah bertemu dengan pria 40 tahun tersebut di Klinik Asri bulan lalu. Tampak beragam bibit ada di sana. Mulai tanaman keras seperti belian sampai buah-buahan semacam durian.

Bibit-bibit itulah ”asuransi” kesehatan Jono dan keluarga. Tiap kali berobat ke Klinik Asri, dengan bibit-bibit tersebut dia membayar.

”Ada petugas dari klinik yang menghitung jumlah bibit yang saya punya. Kemudian dicatat di sebuah kartu khusus,” katanya.

Itulah ”premi” Jono. Atau, dalam istilah yang umum digunakan antara Klinik Asri dan para pasien: ”tabungan”.

Jumlah tabungan uang yang dimiliki sesuai dengan jumlah bibit pohon yang dimiliki. Kartu khusus tadi yang kemudian bisa digunakan untuk berobat.

Hingga kini, ada ratusan bibit milik Jono yang sudah ditukar untuk berobat. Meski begitu, Jono masih memiliki tabungan berobat senilai Rp 465 ribu. ”Kemarin saldonya sempat berkurang karena untuk berobat memeriksakan sakit pada bagian pinggang,” ujar pria mantan pembalak liar itu.

Arbaiyah, pasien lain yang ditemui Pontianak Post di klinik yang berdiri di Sukadana, ibu kota Kayong Utara, tersebut juga mengaku berobat dengan bayaran bibit pohon. Jenis pohon yang diserahkan adalah cempedak, mentawak, hingga durian.

”Kami tidak perlu mengeluarkan uang untuk berobat. Saya menggunakan bibit untuk cabut gigi,” tutur warga Desa Pangkalan Jihing itu kepada Pontianak Post yang mendapat dukungan dari Dana Jurnalisme Hutan Hujan (Rainforest Journalism Fund) yang bekerja sama dengan Pulitzer Center untuk liputan ini.

Kalau sedang tak punya bibit, kompos, atau kotoran ternak, bisa pula membayar dengan hasil kerajinan. ”Misalnya, tikar. Bisa pula dengan atap, bambu, atau barang lain,” ujar Prasetyo, warga Sukadana, yang pernah membayar dengan cara demikian.

Bahkan, kalaupun tak punya bibit atau kerajinan, masih ada cara lain bagi warga untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan di Klinik Asri tanpa harus merogoh kocek. Dengan bekerja di klinik yang berdiri sejak 2007 itu.

Koordinator Program Reboisasi Klinik Asri Hendriadi mengatakan, hasil kerja pasien atau keluarga pasien dicatat dalam sebuah kartu. Seperti bibit pohon, itulah tabungan mereka. Jika sewaktu-waktu sakit, kartu tersebut bisa digunakan untuk berobat.

”Di sini bermacam-macam yang bisa dikerjakan. Bisa mencuci seprai, cuci piring, jemur pakaian, atau potong rumput. Kalau di kebun bisa mengisi polybag atau bikin bedengan di penyemaian,” ujar Hendriadi.

Klinik Asri terletak di area yang hijau, dekat kawasan Taman Nasional Gunung Palung. Dari sini pohon-pohon besar di perbukitan tampak menghijau.

Kondisi itulah yang berusaha dipertahankan Kinari dengan mendirikan klinik. Bagi dia, Klinik Asri adalah kombinasi antara kesehatan dan lingkungan.

”Filosofi kami, dunia tidak bisa sehat kalau manusia tidak sehat dan lingkungan juga tidak sehat. Jadi, selamatkan hutan juga selamatkan manusia,” terang Kinari.

Ketika ide mendirikan klinik tercetus 14 tahun lalu, Kinari mendatangi berbagai kampung di sekitar Taman Nasional Gunung Palung untuk meminta pendapat masyarakat mengenai klinik seperti apa yang mereka inginkan. Warga kemudian mengusulkan ada kebun dan pelatihan organik.

”Warga juga minta ada klinik, ambulans, rumah sakit, dan klinik keliling,” ujar Kinari.

Klinik keliling hasil pengembangan Klinik Asri itu kini telah menjangkau berbagai desa yang terpencil, terutama yang bertetangga dengan Taman Nasional Gunung Palung. Malaria adalah salah satu penyakit yang banyak ditemukan di kawasan tersebut selain TB. Kondisi hutan yang telah banyak ditebang salah satu penyebabnya.

Itulah yang juga berusaha dibenahi Klinik Asri. Mereka telah menerima lebih dari 90 ribu bibit pohon dari pasien sejak didirikan pada 2007 sebagai bekal berharga untuk reboisasi. ”Tahun 2020 saja terdapat 28.625 bibit pohon yang diserahkan pasien sebagai biaya berobat. Kebanyakan merupakan spesies pohon asli Kalimantan seperti ulin, nyatoh, bengkirai, ubah, dan durian,” ujar Direktur Eksekutif Yayasan Klinik Asri Nur Febriani Wardi.

Bagi Kinari, klinik dan reboisasi itu adalah bentuk ucapan terima kasih warga dunia bagi masyarakat di sekitar Taman Nasional Gunung Palung yang telah menjaga hutan. ”Saya bilang kepada warga di sini, hutan ini berperan penting menjaga kesehatan dunia. Jadi, klinik ini salah satu bentuk kesadaran orang-orang di luar sana bahwa mereka harus berterima kasih kepada orang-orang di sini,” katanya.

RELATED CONTENT

RELATED ISSUES

Environment and Climate Change

Issue

Environment and Climate Change

Environment and Climate Change
Health

Issue

Health

Health
Rainforests

Issue

Rainforests

Rainforests

RELATED INITIATIVES

Rainforest Journalism Fund

Initiative

Rainforest Journalism Fund

Rainforest Journalism Fund

Support our work

Your support ensures great journalism and education on underreported and systemic global issues